Manunggu Hati
Sudah lama kau tak mengabari
Sudah lama kau tak memberi hati
Saat pagi dan malam yang terus berganti
Tanpa ungkapan membangunku dari mimpi
Dimana saja engkau kini
Terus berlari saat waktu tak henti mengiris
Ketika hujan dan panas begitu kejam memberi harapan
tak pasti
Kepadamu yang dinanti
Lhokseumawe, 20 Januari 2019
Selamat Pagi
Ku ucapkan selamat pagi padamu
Yang jauh dan pergi dari malamku
Yang luput dalam alunan rintikan langit di hari baru
Tak berpaling mengejar harapan terlukis tipis di
matamu
Pundak-pundak bumi memutih
Kereta tlah sampai
Tepat saat darah belum mengalir
Langkah menggetar memanggil secangkir kopi
Penghangat diri dan pengganjal dalam hiasan perut
ini
Kuucapkan selamat pagi padamu
Yang tak kembali terlihat pada lentera ini
Kusapa engkau dalam nyanyian pagi ini
Yang terduduk dalam bayangmu
Disetiap tuhan menghidupi bumi
Lhokseumawe, 08 Januari 2019
Gerimis 18 Januari
Aku menunggumu di teras rumah
Saat gerimis menyatu menyentuh kalbu
Aku memegang dada dan menyimpan asa
Tibanya masa indah untuk memeluk jiwa
Ketika matamu mengerjap mataku
Tertegun aku melihat rayuan angin syahdu mendesir di
parasmu
Akan kerinduan yang tlah lama membeku
Sekian hari yang berganti namun menanti
Di bayangan sepoi-sepoi gerimis malam ini
By: Damay Ar-Rahman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar